shahnor77 »
Assalamu 'alaikum...
Panel2 al-ahkam.net yang dihormati,
Istilah al-Wala' & al-Barra' sering diucap2kan oleh sebahagian ummat ISLAM terutama apabila menyentuh soal ketaatan kepada kepimpinan. Kadangkala, istilah tersebut diucap sewenang2nya oleh sebahagian ummat ISLAM tanpa meletakkan istilah tersebut di tempat yang sepatutnya.
Bolehkah tuan2 panel al-ahkam.net menerangkan apakah yang dimaksudkan dengan istilah tersebut?
Sekian, terima kasih.
wAllahu ta'ala a'lam.
******************************************
thtl »
wassalam
Jawapan dari mantan Mufti KSA
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kami mohon penjelasan tentang wala’ dan bara’ !
Jawaban.
Wala’ dan bara’ terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah, seseorang berlepas diri terhadap segala yang Allah berlepas diri darinya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiranmu) dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya”. [Al-Mumtahanah : 4]
Dalam ayat lain disebutkan,
“Artinya : Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan RasulNya kepada manusia yang pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin” [At-Taubah : 3]
Dari itu, setiap mukmin wajib berlepas diri dari setiap orang yang musyrik atau kafir. Demikian ini yang berhubungan dengan orang per orang.
Lain dari itu, hendaknya seorang muslim berlepas diri dari setiap perbuatan yang tidak diridhai Allah dan RasulNya, walaupun itu bukan kekufuran, seperti ; kefasikan dan kemaksiatan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” [Al-Hujurat: 7]
Jika seorang mukmin memiliki keimanan, tapi ada juga kemaksiatannya, maka kita loyal terhadapnya karena keimanannya dan membencinya karena kemaksiatanya. Yang seperti ini berlaku pada kehidupan kita, misalnya anda minum obat yang rasanya tidak enak dan anda tidak suka meminumnya, namun demikian anda menerimanya karena bisa mengobati penyakit.
Ada sebagian orang yang membenci mukmin yang berbuat maksiat melebihi kebenciannya terhadap orang kafir. Ini sungguh aneh, dan bertolak belakang dengan yang sebenarnya. Orang kafir adalah musuh Allah, RasulNya dan semua kaum mukminin, maka kita wajib membencinya dari dalam lubuk hati kita. Allah telah berfirman.
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang” [Al-Mumtahanah : 1]
Dalam ayat lainnya disebutkan.
“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu) ; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, ‘Kami takut akan mendapat bencana’. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada RasulNya), atau sesuatu keputusan dari sisiNya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka” [Al-Maidah : 51-52]
Orang-orang kafir itu tidak akan senang kepada kita kecuali kita mengikuti agama mereka dan menjual agama kita. Ini sudah ditegaskan Allah dengan firmanNya.
“Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka” [Al-Baqarah : 120]
Dalam ayat lainnya disebutkan,
“Artinya : Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman” [Al-Baqarah : 109]
Kekafiran yang dimaksud adalah semua jenis kekafiran, yaitu pembantahan, pengingkaran, pendustaan, syirik, pembantahan dan sebagainya.
Adapun yang berupa perbuatan, hendaknya kita berlepas diri dari setiap perbuatan yang haram. Kita tidak boleh bersikap lembut terhadap perbuatan-perbuatan haram dan tidak boleh menerimanya. Terhadap seorang mukmin yang berbuat maksiat, kita berlepas diri dari perbuatan maksiatnya, tapi kita loyal terhadapnya dan mencintainya karena adanya keimanan pada dirinya.
[Majmu Durus Fatawa Al-Haram Al-Makki, Juz 3, hal.357-358]
Kesimpulan:
al-Wala' dan alBarra' ialah bagaimana kita nak salurkan kuasa kasih dan benci (the power of LOVE and HATRED) mengikut ketetapan AQ dan asSunnah. Dalam diri kita ada kuasa kasih (love) dan benci (hatred), maka bagaimana kita nak salurkan dua channel kuasa ini mengikut apayang Allah kehendakki. WA
Pautan Tajdid
-
-
-
http://ahbash-sesat.blogspot.com/2010/09/adakah-ibnu-taimiyah-bertaubat-kepada.html Suatu perkara yang membingungkan ramai orang adalah sebagaimana yang dis...
-
Sukacita dimaklumkan bahawa kami sedang di dalam proses menyediakan tapak Forum AFN versi baru (kedua) bagi menggantikan Forum AFN yang sedia ada. Untuk ma...
-
-
*(Buku di atas ini hanya dipenuhi dgn fitnah. Tulisan di bawah ini bukanlah bantahan terhadap buku di atas, namun hanyalah pendedahan tentang pegangan dan ...
-
Inilah dia Pengarah ILIM (JAKIM). Apakah anda pelik untuk dia adakan FITNAH buat kesekian kalinya?
-
Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin Ketika saya dihubungi agar mengulas tentang satu gerakan yang suka menuduh orang lain wahhabi, saya pada mulanya malas n...
-
-
-
-
-
Wanita selalu menggoda, namun kadang pula godaan juga karena si pria yang nakal. Islam selalu sendiri mengajarkan agar tidak terjadi kerusakan dalam hubung...
-
-
Oleh Mohd Yaakub Mohd Yunus Apabila membicarakan tentang Hari Ashura yang jatuh pada tanggal 10 Muharam setiap tahun maka kita tidak dapat menghindarkan di...
-
Sebahagian dikalangan Asya'irah sering menggunakan hujah Imam Malik yang mengatakan bahawa Istiwa' itu maklum (diketahui) mereka mengatakan diketahui keran...
-
Judul: Awas! Ancaman Orientalis Terhadap KitaPenulis: Mohd Fikri Che HussainHarga: RM18Penerbit: Karya Bestari Buku ini merupakan Pengenalan Ilmu Orienta...
-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment